Saya , internet dan gaya hidup

Hari ini sepertinya males banget buat masak. Bawaannya pengen shopping melulu tapi permasalahannya dana gak mencukupi, hihihi. Daripada pusing mikirin shopping malah bikin laper, mending buka kulkas lihat ada bahan makanan apa yang bisa diolah secara cepat dan sederhana. Ah, jadi kepikiran untuk membuat Internet, makanan favorit masa kuliah dulu.

Internet, Indomie Telor dan Kornet

Hihihi, maaf-maaf, kali ini bahasan bukan masalah kuliner lagi. Hmm, jadi teringat dulu kali pertama saya mengenal Internet, saya pikir Internet itu cuma makanan favorit andalan nomor wahid anak kost. Internet ternyata dalam bahasa kerennya disebut Interconnected Networking [1] adalah sebuah jaringan komputer yang saling terhubung dan berkomunikasi menggunakan sebuah aturan yang disebut TCP / IP.

Pada awalnya, siapa yang akan menyangka, Internet akan menjadi begitu besar dan mampu mengubah paradigma berkomunikasi dua arah secara real time. Kini internet sudah menjadi bagian dari kehidupan kita. Tak terkecuali di Indonesia, internet mulai menjadi kebutuhan untuk berkomunikasi, menjalankan bisnis, sebagai ruang perpustakaan, tempat riset, bermain, berinteraksi, bersosialisasi, hingga mencari jodoh. Komplit plit!!

Berkembangnya Bisnis berbasis Internet

e-commerceInternet benar-benar merubah pola dan cara berfikir hingga bertindak umat manusia saat ini. Secara kasat, paradigma Internet membuat saya pribadi (entahlah untuk orang lain) tidak bisa lepas dari komunikasi maya ini. Entah untuk urusan pekerjaan, atau sekedar remeh temeh mencari resep masakan.

Tapi yang jelas, sejak kehadiran Internet dan aplikasi Web mulai terkenal pada tahun 1994 [2], pengguna internet melihat peluang begitu besar yang dapat dicapai khususnya dalam kegiatan bisnis. Melihat efisiensi dan efektifitasi Internet, sektor bisnis berbasis web sangat menjanjikan keuntungan besar. Empat tahun kemudian perdagangan berbasis teknologi ini mulai diperkenalkan. Dan semenjak saat itu perdangangan yang terjadi secara virtual ini diberi istilah e-commerce.

Di Indonesia, menurut statistik [3] pada tahun 2010 terdapat 45 juta orang yang aktif menggunakan Internet. Peluang pasar yang masih begitu besar, dimanfaatkan dengan baik oleh sebagian perusahaan untuk membuka cabang di dunia maya. Salah satunya Bhinneka.com. Perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan perangkat IT ini eksis dan sukses menjaring pelanggan melalui Internet. Salah satu pelanggan tetap Bhinneka.com adalah Perusahaan dimana suamiku bekerja (Saya tahu bhinneka.com dari suami).

E-commerce, antara ada dan tiada

Perdagangan melalui Internet pada dasarnya dibangun atas asas saling percaya. Padahal sekarang ini asas saling percaya sudah terkikis. Seperti kata suamiku, pada awalnya masih kurang percaya dengan perdagangan Internet yang disuguhkan Bhinneka.com. Doi pada saat itu walau sudah ditawarkan dengan konsep COD (Cash On Delivery) / bayar ditempat untuk barang yang dibeli secara online, masih lebih nyaman belanja langsung ke tokonya. “Bisa nawar”,katanya.

Namun, seiring dengan biaya tak terduga saat harus keluar kantor, sistem jual beli Online mendapat respon positif dengan alasan tidak sebanding dengan tenaga dan biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Namun tetap untuk membangun sebuah kepercayaan didunia maya, perusahaan harus berani ber’korban’ demi kepuasan pelanggan.

Untuk Indonesia, membangun kepercayaan masyarakat tentang perdagangan online tidak cukup dengan membuka toko online yang dipampang nomor telepon dan YM customer service. Keberadaan toko yang tetap dan nyata rupanya juga berpengaruh. “Buat garansi…jika ada tokonya, barang yang dibeli ada jaminan purna jualnya dan yang pasti gak bakalan ditipu..” Demikian alasan beberapa orang yang merasa perlu meneliti sebelum membeli.

Baik buruknya Internet, tergantung kepedulian kita

pornografiDari sisi positif, Internet sangat bermanfaat baik dilihat dari sudut pandang manapun. Namun karena sifat Internet yang menganut sistem keterbukaan, maka Internet secara bebas digunakan untuk keperluan yang sifatnya negatif. Salah satunya adalah tindakan penipuan yang dilakukan pada saat transaksi di Internet.

Selain penipuan, masalah konten pornografi yang secara bebas dapat dilihat siapa saja menjadi buah problematika tersendiri. Ironisnya, saat ini jika diprosentase antara konten yang bermanfaat dan positif dengan konten negatif hasilnya 50:50.

Kini, tinggal bagaimana kita memanfaatkan internet untuk kegiatan positif dan bermanfaat saja. Terlebih adalah memberikan pengertian terus menerus kepada generasi muda tentang segala kelebihan dan kekurangan internet demi kemajuan pribadi masing-masing.

Saya, Internet dan Gaya Hidup

petani internetSetelah saya pindah dari Jakarta menuju sebuah desa yang jauh dari pusat keramaian, saya masih setia dengan Internet. Dapat dikatakan Internet sudah menjadi gaya hidup saya. Untuk menyebarkan manfaat internet, saya dan suami banyak memberikan motivasi pada masyarakat desa yang sebagian besar masih bertani tentang bagaimana Internet dapat membantu meningkatkan hasil panen mereka.

Dengan mengandalkan akses Internet melalui telepon sellular, kami terus berbagi dan mencarikan Informasi yang bermanfaat bagi para petani dalam meningkatkan mutu dan cara mengolah hasil dan lahan mereka. Perlahan internet kini menjadi tempat bertanya paling cepat, tempat mencari ilmu paling banyak dan tempat berbelanja paling murah [4].

Sumber:
[1]http://id.wikipedia.org/wiki/Internet
[2]http://id.wikipedia.org/wiki/E-commerce
[3]http://www.detikinet.com/read/2010/06/09/121652/1374756/pengguna-internet-indonesia-capai-45-juta
[4]Bhinneka.com, belanja IT paling murah
[a]Trend Hosting Indonesia

Regard
resep masakan Indonesia

Nilai:5
Ulasan:353
Sumber Gambar:
10

Resep Masakan Indonesia|Privacy Policy|DMCA Disclaimer|SiteMap|About Resep|Resep Masakan mami |This site might contains file, apps, games, images and another that could violate your copyright. If you find it, let us know through Contact form, please! We will remove it within 24 - 48 hours|27